BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Disiplin sangat
penting untuk pertumbuhan organisasi, digunakan terutama untuk memotivasi pegawai agar dapat mendisiplinkan diri dalam melaksanakan pekerjaan baik secara
perorangan maupun kelompok.
Disamping itu disiplin bermanfaat
mendidik pegawai untuk mematuhi dan
menyenangi peraturan, prosedur, maupun
kebijakan yang ada, sehingga dapat menghasilkan kinerja yang baik.
Kurang pengetahuan tentang peraturan, prosedur,
dan kebijakan yang ada merupakan penyebab
terbanyak tindakan indisipliner. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut pihak
pimpinan sebaiknya memberikan
program orientasi kepada tenaga pegawai
yang baru pada hari pertama
mereka bekerja, karena pegawai tidak dapat diharapkan bekerja dengan baik dan patuh, apabila peraturan/prosedur atau kebijakan yang ada
tidak diketahui, tidak jelas, atau tidak dijalankan sebagai mestinya. Selain
memberikan orientasi, pimpinan
harus menjelaskan secara rinci
peraturan peraturan yang sering
dilanggar, berikut rasional dan konsekwensinya. Demikian pula peraturan/prosedur atau kebijakan yang mengalami perubahan atau diperbaharui,
sebaiknya diinformasikan kepada
staf melalui diskusi aktif. Disiplin
merupakan sikap dan perilaku. Artinya, sikap dan perilaku untuk mentaati
peraturan organisasi muncul dari dalam dirinya. Niat untuk mentaati peraturan
merupakan suatu kesadaran bahwa tanpa didasari unsur ketaatan, tujuan
organisasi tidak akan tercapai.
Niat juga dapat diartikan sebagai
keinginan untuk berbuat sesuatu atau kemauan untuk menyesuaikan diri dengan
aturan-aturan. Sikap dan perilaku dalam disiplin kerja ditandai dengan berbagai
inisiatif, kemauan dan kehendak untuk mentaati peraturan. Artinya, orang yang
dikatakan mempunyai disiplin tinggi tidak semata-mata patuh dan taat terhadap
peraturan secara kaku dan mati, tetapi juga mempunyai kehendak (niat) untuk
menyesuaikan diri dengan peraturan-peraturan organisasi.
Dengan perubahan perilaku melalui
peningkatan disiplin diri akan dapat beradaptasi
dengan arus
perubahan, karena nasib dan eksistensi negara-bangsa saat ini maupun pada masa
depan tampaknya juga sangat ditentukan oleh kesanggupan mengelola perubahan
agar tidak mudah tergelincir dan terempas.
Kita dapat
melihat misalnya negara komunis seperti Uni Soviet, ambruk dan hilang dari
panggung sejarah karena tidak mampu melakukan adaptasi terhadap arus perubahan.
Dan sebaliknya, kita dapat melihat negara RRC bisa maju sedangkan masih
menganut paham komunisme (identik dengan keterbelakangan), antara lain karena
disiplin dan kerja keras, serta dapat menyesuaikan dengan perubahan.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalahnya adalah : bagaimana
gambaran cermin pribadi yang disiplin itu?
C. Tujuan Penulisan
Tujuannya adalah agar pembaca dapat mengetahui cermin pribadi
disiplin di dalam kehidupan sehari-hari serta mengetahui bagaimana cara
menerapkannya. Selain itu Supaya kita dapat
menyadari betapa sungguh disiplin itu penting dalam perkembangan pribadi serta
masa depan yang bersangkutan. Oleh karena itu diharapkan dapat memberikan
motivasi lebih baik dan kita dapat menjalankan segala sesuatunya lebih dewasa.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Disiplin
Disiplin
berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata ini timbul
kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Dan sekarang kata
disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. Pertama,
disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada
pengawasan, dan pengendalian. Kedua disiplin sebagai latihan yang bertujuan
mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib.
Menurut
Moeliono (1993: 208) disiplin artinya adalah ketaatan (kepatuhan) kepada
peraturan tata tertib, aturan, atau norma, dan lain sebagainya.
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia,
Disiplin berarti melatih batin dan watak supaya perbuatannya menaati tata
tertib. Disiplin diri berarti melatih diri melakukan segala sesuatu dengan
tertib dan teratur secara berkesinambungan untuk meraih impian dan tujuan yang
ingin dicapai dalam hidup. Dan dapat kita simpulkan yaitu
perasaan taat
dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan
tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Disiplin diri merujuk pada pelatihan
yang didapatkan seseorang untuk memenuhi tugas tertentu atau untuk mengadopsi
pola perilaku tertentu, walaupun orang tersebut lebih senang melakukan hal yang
lain. Sebagai contoh, seseorang mungkin saja tidak melakukan sesuatu yang
menurutnya memuaskan dan menyenangkan dengan membelanjakan uangnya untuk
sesuatu yang ia inginkan dan menyumbangkan uang tersebut kepada organisasi amal
dengan pikiran bahwa hal tersebut lebih penting.
Dalam
informasi tentang wawasan Wiyatamandala, kedisiplinan guru diartikan sebagai
sikap mental yang mengandung kerelaan mematuhi semua ketentuan, peraturan dan
norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dan taggung jawab. Kedisiplinan guru
dan pegawai adalah sikap penuh kerelaan dalam mematuhi semua aturan dan norma
yang ada dalam menjalankan tugasnya sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap
pendidikan anak didiknya. Karena bagaimana pun seorang guru atau tenaga
kependidikan (pegawai), merupakan cermin bagi anak didiknya dalam sikap atau
teladan, dan sikap disiplin guru dan tenaga kependidikan (pegawai) akan
memberikan warna terhadap hasil pendidikan yang jauh lebih baik.
Pendisiplinan adalah usaha usaha
untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk
menaati sebuah peraturan. Pendisiplinan bisa jadi menjadi istilah pengganti
untuk hukuman ataupun instrumen hukuman dimana hal ini bisa dilakukan pada diri
sendiri ataupun pada
B.
Macam-Macam Disiplin
1. Disiplin
dalam Menggunakan Waktu
Maksudnya bisa menggunakan dan membagi waktu dengan baik. Karena waktu amat berharga dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan bisa menggunakan waktu dengan baik.
Maksudnya bisa menggunakan dan membagi waktu dengan baik. Karena waktu amat berharga dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan bisa menggunakan waktu dengan baik.
2. Disiplin
dalam Beribadah
Maksudnya ialah senantiasa beribadah dengan peraturan-peraturan yang terdapat didalamnya. Kedisiplinan dalam beribadah amat dibutuhkan, Tuhan senantiasa menganjurkan manusia untuk Disiplin, sebagai contoh firman Tuhan.
Maksudnya ialah senantiasa beribadah dengan peraturan-peraturan yang terdapat didalamnya. Kedisiplinan dalam beribadah amat dibutuhkan, Tuhan senantiasa menganjurkan manusia untuk Disiplin, sebagai contoh firman Tuhan.
3. Disiplin
dalam Masyarakat
Di dalam masyarakat terdapat peraturan-peraturan
yang disepakati oleh masyarakat tersebut. Misalnya di dalam suatu perumahan terdapat
peraturan ‘TAMU WAJIB LAPOR’ itu merupakan bentuk disiplin agar masyarakat lain
tidak diantara faktor- faktor yang mempengaruhinya adalah:
1) Faktor tuntutan materi lebih banyak sehingga bagaimana pun jalannya, banyak ditempuh untuk menutupi tuntutan hidup
2) Munculnya selera beberapa manusia yang ingin terlepas dari ikatan dan aturan serta ingin sebebas-bebasnya
3) Pola dan sistem pendidikan yang sering berubah
4) Motivasi belajar para peserta didik dan para pendidik menurun
5) Longgarnya peraturan yang ada sembarangan memasuki yang bukan daerahnya
1) Faktor tuntutan materi lebih banyak sehingga bagaimana pun jalannya, banyak ditempuh untuk menutupi tuntutan hidup
2) Munculnya selera beberapa manusia yang ingin terlepas dari ikatan dan aturan serta ingin sebebas-bebasnya
3) Pola dan sistem pendidikan yang sering berubah
4) Motivasi belajar para peserta didik dan para pendidik menurun
5) Longgarnya peraturan yang ada sembarangan memasuki yang bukan daerahnya
4. Disiplin
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Kedisiplinan merupakan hal yang amat menentukan dalam proses pencapaian tujuan pendidikan, sampai terjadi erosi disiplin maka pencapaian tujuan pendidikan akan terhambat.
Kedisiplinan merupakan hal yang amat menentukan dalam proses pencapaian tujuan pendidikan, sampai terjadi erosi disiplin maka pencapaian tujuan pendidikan akan terhambat.
C. Manfaat Disiplin
1.
Menumbuhkan kepekaan
Seseorang tumbuh menjadi pribadi yang
peka/berperasaan halus dan percaya pada orang lain. Sikap ini memudahkan
dirinya mengungkapkan perasaannya kepada orang lain, termasuk orang tuanya.
Jadinya, anak akan mudah menyelami perasaan orang lain juga.
2.
Menumbuhkan kepedulian
Seseorang menjadi peduli pada kebutuhan dan kepentingan orang lain.Disiplin
membuat seseorang memiliki integritas, selain dapat memikul tanggung jawab, mampu
memecahkan masalah dengan baik ,cepat dan mudah.
3.
Mengajarkan keteraturan
Seseorang jadi mempunyai pola hidup yang teratur dan mampu mengelola waktunya
dengan baik
4.
Menumbuhkan ketenangan
Menurut penelitian menunjukkan
bayi yang tenang/jarang menangis ternyata lebih mampu memperhatikan lingkungan
sekitarnya dengan baik. Di tahap selanjutnya bahkan ia bisa cepat berinteraksi
dengan orang lain.
5.
Menumbuhkan percaya diri
Sikap ini tumbuh berkembang pada
saat seseorang diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang mampu ia
kerjakan dengan sendiri.
6.
Menumbuhkan kemandirian
Dengan kemandirian seseorang dapat
diandalkan untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Seseorang juga dapat
mengeksplorasi lingkungan dengan baik.Disiplin merupakan bimbingan yang tepat
pada seseorang untuk sanggup menentukan pilihan yang bijak.
7.
Menumbuhkan keakraban
Seseorang menjadi cepat akrab dan ramah terhadap orang lain karena
kemampuannya beradaptasi lebih terasah.
8.
Membantu perkembangan
otak
Pada usia 3 tahun pertama,
pertumbuhan otak anak sangat pesat, disini ia menjadi peniru perilaku yang
piawai. ia mampu mencontoh dengan sempurna tingkah laku orang tua yang disiplin
dengan sendirinya akan membentuk kebiasaan dan sikap yang positif.
9.
Membantu anak yang
“sulit”
Kadang-kadang kita lupa pada seseorang yang
berkebutuhan khusus yang memerlukan penangan khusus, melalui disiplin yang
menekankan keteraturan seseorang berkebutuhan khusus bisa hidup lebih baik.
10. Menumbuhkan kepatuhan
Hasilnya seseorang
akan menuruti aturan yang ditetapkan orangtua atas kemauan sendiri.
D. Cermin
Pribadi Disiplin
Pada dasarnya ada dua dorongan yang
mempengaruhi disiplin :
1) Dorongan yang datang dari dalam diri
manusia yaitu dikarenakan adanya pengetahuan, kesadaran, keamanan untuk berbuat
disiplin
2) Dorongan yang datangnya dari luar yaitu
dikarenakan adanya perintah, larangan, pengawasan, pujian, ancaman, hukuman dan
sebagainya.
Disiplin diri
merupakan kunci bagi kedisiplinan pada lingkungan yang lebih luas lagi. Contoh
disiplin diri pribadi yaitu tidak pernah
meninggalkan Ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Disiplin diri dari sudut pandang
Sosiologi dan Psikologis diartikan sebagai suatu proses belajar dalam individu
secara progresif belajar mengembangkan kebiasaan diri serta mengakui tanggung
jawab pribadinya terhadap masyarakat. Dengan demikian disiplin pribadi adalah
sifat dan kebiasaan yang langsung melekat pada diri seseorang. Dari sifat dan
kebiasaan itulah akan timbul sifat dan kemauan di dalam tingkah laku untuk
mematuhi dan taat pada suatu aturan secara sadar, bebas dari perdebatan-perdebatan
dan perselisihan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Disiplin ini
akan memberikan kerangka dalam keteraturan hidup selanjutnya.
Disiplin diri merujuk pada pelatihan
yang didapatkan seseorang untuk memenuhi tugas tertentu atau untuk mengadopsi
pola perilaku tertentu, walaupun orang tersebut lebih senang melakukan hal yang
lain. Sebagai contoh, seseorang mungkin saja tidak melakukan sesuatu yang
menurutnya memuaskan dan menyenangkan dengan membelanjakan uangnya untuk
sesuatu yang ia inginkan dan menyumbangkan uang tersebut kepada organisasi amal
dengan pikiran bahwa hal tersebut lebih penting. Secara etimologi disiplin
berasal dari bahasa Latin “disibel” yang berarti Pengikut. Seiring dengan
perkembangan zaman, kata tersebut mengalami perubahan menjadi “disipline” yang
artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib. Disiplin memerlukan
integritas emosi dalam mewujudakan keadaan.
Disiplin
diri akan terasa manfaatnya jika kita memiliki suatu impian dan cita – cita
yang ingin dicapai. Kita harus mendisiplinkan ( melatih ) diri untuk
mengerjakan hal – hal yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena
itu, di dunia ini dibuat peraturan – peraturan yang disertai hukuman yang
setimpal. Hal ini tidak lain agar setiap manusia mau belajar hidup disiplin dan
menaati aturan yang ada sehingga dunia tidak kacau balau dan seseorang tidak
dapat berbuat sekehendak hatinya.
Kebiasaan yang kita lakukan akan menentukan masa depan kita.
Kebiasaan yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik, begitupun sebaliknya,
namun untuk membiasakan kebiasaan baik itu tidak mudah. Mengapa demikian ?
- Manusia
memiliki sifat – sifat mendasar seperti : cenderung bermalas -malasan,
ingin hidup seenaknya mengikuti keinginan hatinya dan keinginan untuk
melanggar peraturan – peraturan yang ada.
2.
Kita selalu menganggap pekerjaan sebagai suatu kewajiban
apapun beban yang harus dilakukan, bukan sebagai kesenangan. Pepatah mengatakan
“ kita akan lebih mudah menerapkan disiplin diri jika kita mencintai apa yang
kita kerjakan
3.
Manusia cenderung cepat bosan jika melakukan kegiatan yang
sama dalam jangka waktu lama.
Salah satu karakteristik utama dari
disiplin diri adalah kemampuan meninggalkan kebiasaan instan,
cepat puas, dan kesenangan, yang memiliki keuntungan yang lebih besar atau
hasil yang memuaskan, walau ini memerlukan usaha dan waktu. Disiplin
diri memberikan Anda kekuatan untuk tetap pada keputusan Anda dan terus
mengikuti, tanpa mengubah pemikiran Anda, karena itu salah satu persyaratan
penting untuk menggapai tujuan.
Memiliki disipin diri memungkinkan
Anda untuk memilih, dan kemudian tekun dalam bertindak, berpikir, dan
berperilaku, yang berujung pada kemajuan dan kesuksesan. Juga memberikan Anda
kemampuan dan inner strength untuk mengatasi ketergantungan, sikap menunda-nunda,
dan kemalasan serta terus mengikuti apapun yang Anda lakukan.
Berbeda dengan kepercayaan umum,
disiplin diri bukanlah sesuatu yang sulit dan terbatas manfaatnya atau
membatasi gaya hidup. Ini unsur yang sangat penting untuk kesuksesan, semua bentuk
kesuksesan. Ia mengekspresikan dirinya sebagai ketekunan, kemampuan untuk
pantang menyerah walau gagal dan mundur, sebagai kontrol diri, dan sebagai
kemampuan untuk melawan godaan dan gangguan yang cenderung bertahan di jalan
untuk menggapai sasaran dan tujuan.
Kemampuan ini membawa pada
kepercayaan diri, harga diri dan inner strength, serta membawa
kebahagiaan dan kepuasan.
Disiplin diri penting untuk
mengatasi gangguan makan, ketergantungan, rokok, minum dan kebiasaan negatif
lainnya. Ini juga merupakan syarat penting untuk penelitian dan belajar, untuk
mengembangkan keterampilan apapun, sukses dalam pengembangan diri, pertumbuhan
spiritual dan meditasi.
Banyak orang mengetahui pentingnya
dan manfaat disiplin diri, tapi hanya sedikit yang benar-benar melangkah untuk
mengembangkan dan memperkuatnya. Kemampuan ini bisa diperkuat dan dikembangkan
seperti keterampilan lain, selama latihan. Ya, Anda bisa mengembangkan disiplin
diri dengan latihan khusus, yang bisa Anda praktikkan kapanpun dan dimanapun.
E. Jenis-Jenis
Pribadi Disiplin
a.Disiplin Preventif
Adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk
mendorong para karyawan agar mengikuti berbagai standar dan aturan, sehingga
penyelewengan-penyelewengan dapat dicegah. Sasaran pokoknya adalah untuk mendorong
disiplin diri karyawan. Dengan cara ini karyawan menjaga disiplin diri mereka
dan bukan karena suatu paksaan.
b. Disiplin Korektif
Adalah kegiatan diambil untuk menangani pelenggaran terhadap aturan-aturan dan mencoba menghindari pelanggaran-pelanggaran berikutnya. Kegiatan korektif sering berupa sesuatu bentuk hukuman dan disebut tindakan kedisiplinan. Sasaran-sasaran tindakan pendisiplinan hendaknya positf, bersifat mendidik dan menilai, bukan tindakan negatif yang bersifat menjatuhkan. Secara umum tindakan pendisiplinan adalah sebagai berukut :
1) Untuk memperbaiki pelanggaran
2) Untuk menghalangi karyawan lain melakukan pelanggaran serupa
3) Untuk menjaga berbagai standar agar tetap konsisten dan efektif.
c. Disiplin Progresif
Adalah kegiatan yang memberikan hukuman-hukuman lebih berat terhadap pelanggaran-pelanggaran yang berulang. Tujuannya memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengambil tindakan korektif sebelum dikenakan hukuman yang lebih berat. Sebuah contoh sistem disiplin progresif yang disusun atas dasar tingkat berat atau kasarnya hukuman secara ringkas dapat ditujukan sebagai berikut :
1) Teguran secara lisan oleh penyelia
2) Teguran tertulis, dengan catatan dalam file personalia
3) Skorsing dari pekerjaan satu sampai tiga hari
4) Skorsing satu minggu atau lebih
5) Diturunkan pangkatnya
Adalah kegiatan yang memberikan hukuman-hukuman lebih berat terhadap pelanggaran-pelanggaran yang berulang. Tujuannya memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengambil tindakan korektif sebelum dikenakan hukuman yang lebih berat. Sebuah contoh sistem disiplin progresif yang disusun atas dasar tingkat berat atau kasarnya hukuman secara ringkas dapat ditujukan sebagai berikut :
1) Teguran secara lisan oleh penyelia
2) Teguran tertulis, dengan catatan dalam file personalia
3) Skorsing dari pekerjaan satu sampai tiga hari
4) Skorsing satu minggu atau lebih
5) Diturunkan pangkatnya
F.
Tips Pribadi yang Disiplin
1.Tetapkan tujuan Anda dalam waktu dekat
Menetapkan tujuan dalam
waktu dekat adalah hal yang sangat baik. Jika Anda sudah mempunyai tujuan yang
jelas dalam waktu dekat, senantiasa Anda akan melewati proses-proses. Segala
proses-proses tersebut pasti akan Anda lewati dengan disiplin agar tujuan Anda
tercapai.
2. Buanglah
alasan-alasan Anda
Semua alasan itu sangat menggangu.
Setiap alasan yang Anda miliki, buanglah sejauh-jauhnya.
3. Ciptakan rutinitas
Jangan menunggu rutinitas ini
kebetulan terjadi. Saat Anda sedang mendisiplinkan diri, sama halnya saat
memprogram sebuah robot. Tidak ada emosi yang terlibat. Sesederhana “Jika ini..
maka.. itu”.
Karena itulah sebuah perencanaan
sangat krusial. Anda tidak perlu menentukan apa yang harus Anda lakukan setiap
bangun pagi. Anda tidak perlu memilih dari 100 keputusan yang bisa diambil.
Anda memutuskan satu kali untuk menjalankan rencana
tersebut dan bangun setiap pagi untuk melaksanakannya. Anda sudah memutuskan
dan akan menjalankannya. Anda tidak perlu memutuskan apa-apa lagi, Anda hanya
perlu melakukannya.
4. Putuskan bahwa hal ini
benar-benar bernilai
Tentu, membuat keputusan awal akan
sangat sulit.
Tanyakan pada diri sendiri, seberapa
Anda menginginkannya? Anda tentu harus mengorbankan sesuatu. Jika Anda
benar-benar menginginkannya, maka pastinya hal tersebut sangat bernilai. Jika
Anda memutuskan hal tersebut bernilai untuk Anda, maka…
5. Berinvestasilah di
dalamnya
Uang memang memiliki cara untuk
mengatur prioritas Anda. Di manakah Anda menghabiskan kebanyakan waktu Anda?
Lihatlah ke mana Anda paling banyak menghabiskan uang. Mungkin ada korelasi
pada keduanya.
Berinvestasilah dalam apapun yang
ingin Anda lakukan. Buatlah keadaan apabila Anda tidak mencapainya menjadi
sesuatu yang menyakitkan.
Ada seseorang yang memulai
tantangan mendapatkan perut sixpack, ia memberi tahu temannya bahwa ia akan
memberikan $500 pada orang yang paling ia benci, musuh bebuyutannya.
Tentunya, setiap pagi ia akan
berpikir sebagaimana kesalnya memberikan uang $500 pada orang yang paling
dibencinya.
Setelah dua minggu pertama, ia
sudah memiliki momentum yang cukup sehingga tidak membutuhkan motivasi lagi,
tapi harus sangat yakin bahwa pada minggu-minggu pertama investasi tersebut
cukup kuat untuk membuat disiplin menjadi prioritasnya.
Berinvestasilah pada tujuan Anda.
Bertaruh atau sewalah seorang pelatih, tapi berinvestasilah pada sesuatu yang
benar-benar berarti bagi Anda, dan akan membantu untuk mengubah prioritas
sesuai yang Anda mau.
6. Teruslah
melakukannya
Saat Anda benar-benar ingin
menyerah, jangan berhenti. Teruskan. Disiplin tidak bergantung pada perasaan
Anda. Hal ini akan tetap berjalan walaupun seberapa jeleknya mood Anda.
When you think you are
done, you’re only 40% of what your body is capable of doing. That’s just the
limit that we put on ourselves. – David Goggins
7. Just tell your
brain that you will do it
Hilangkan otak Anda dari cara
pikir Anda. Pikiran Anda sangat-sangat menggangu. ‘Dia’ akan memberitahu Anda
segala hal yang tidak bisa Anda lakukan karena ingin memproteksi dirinya
sendiri. ‘Dia’ mau main aman saja. ‘Dia’ ingin tetap nyaman.
Sedangkan, badan Anda akan duduk
diam dan tidak mengatakan apapun, walaupun dia tahu bahwa mampu melakukan
triathlon, marathon, memanjat gunung, dan mendapat six pack jika Anda
memberinya kesempatan.
Suruhlah pikiran Anda diam dan
lakukan saja. Turn off otak Anda. Saat otak Anda mengatakan
bahwa hal tersebut mustahil, katakan padanya, Terima kasih, tapi saya
tetap akan melakukannya.
8. . Buatlah dan laksanakan jadwal kegiatan tertulis
(to do list)
Otak kita memang mampu menyimpan
memori. Tetapi otak kita tidak sanggup menyimpan segala memori tersebut. Otak
manusia selalu bekerja tanpa henti. Ada kalanya kita tidak menyimpan semua
daftar kegiatan kita di dalam otak. Disarankan untuk menerapkan to do list
setiap hari. Sediakan satu buku, tulis daftar kegiatan Anda dalam sehari mulai
dari pagi hingga menjelang tidur di dalam buku tersebut. Satu per satu kegiatan
yang sudah Anda kerjakan di checklist dan kerjakan kegiatan yang belum
terlaksana. Dengan begitu Anda akan lebih disiplin dalam melaksana deadline
kegiatan Anda setiap hari (tidak mengulur-ulur waktu).
G.
PELAKSANAAN DISIPLIN
1. Pengalaman di Negara yang Sudah Maju
Bercermin pada negara-negara yang sudah maju atau
mendekati negara maju, maka budaya disiplin telah melekat pada masyarakatnya
terutama pada pemimpin-pemimpin bangsa yang menjadi panutan rakyat. Umpamanya
kita bisa melihat pemimpin dari negeri jiran Singapura kala itu, Lee Kuan Yew,
yang dikenal perfeksionis dan pekerja keras. Ia menjadi perdana menteri ketika
usianya masih 35 tahun. Dalam biografinya Kuan Yew berarti “cahaya yang
bersinar terang dan luas”. Lee Kuan Yew adalah sosok seorang intelektual.
Didikan orang tuanya membuat ia mempunyai pribadi yang kuat, tegas dan
disiplin, dan menghantarkan Singapura sebagai industri maju di kawasan Asia
Tenggara dan para industriawannya merambah ke berbagai negara termasuk membeli
saham mayoritas (waktu itu) PT Indosat contoh lain seperti jasa penerbangan
Singapura SIA (Singapura Internasional Airlines) dengan pelayanan yang
paripurna. Tentu, menjadi contoh bagi semua negara sedang berkembang baik di
Asia maupun di belahan dunia lain.
Begitu juga negeri jiran Malaysia, yang waktu itu
dinakhodai oleh Mahatir Muammad juga mempunyai pribadi yang kuat, tegas, dan
disiplin menghantarkan rakyat kepada kemakmuran dan para industriawannya telah
merambah ke berbagai negara termasuk membeli saham mayoritas PT Bank Niaga yang
sekarang menjadi Cimb Niaga.
Negara yang berpaham komunis, seperti China juga
berhasil memajukan negerinya, bukan hanya ekonomi yang perkembangannya pesat,
tapi juga bidang oleh raga menjuarai berbagai ajang olah raga kelas dunia.
Puncaknya, China bertengger di puncak perolehan medali pada olimpiade Beijing
2008. Semua itu diperoleh melalui kerja keras dan disiplin tinggi.
2. Pengalaman di Negara Sedang Berkembang
Dalam perjalanan sejarahnya, bangsa
Indonesia yang dianggap sebagai negara berkembang, telah mengalami kemerosotan
kepribadian yang luar biasa, dibandingkan dengan masa pergerakan. Krisis
karakter membuat korupsi merajalela, hipokritis/munafik, segan dan enggan
bertanggung jawab atas perbuatannya, serta punya watak yang lemah.
Menurut Mochtar Lubis, yang
disampaikan pada pidato kebudayaan 6 April 1977 di Taman Ismail Marzuki
Jakarta, orasi yang dibukukan dengan judul Manusia Indonesia, secara
blak-blakan mengupas karakter manusia Indonesia. Dia membuka semua topeng
manusia Indonesia, dimaksudkan “agar orang Indonesia dapat melihat diri pribadi
sendiri di depan kaca” katanya memberi alasan.
Menurut Muchtar, ciri manusia
Indonesai itu adalah:
(1) manusia Indonesia adalah hipokritis atau munafik,
(2) segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, (3) berjiwa feodal,
(4) manusia Indonesia masih percaya takhayul. Manusia Indonesia percaya gunung,
pantai, pohon, patung, dan keris mempunyai kekuatan ghaib, (5) manusia
Indonesia artistik. Karena dekat dengan alam, manusia Indonesia hidup lebih
banyak dengan naluri, dengan perasaan sensualnya, dan semuanya ini
mengembangkan daya artistik yang dituangkan dalam ciptaan serta kerajinan
artistik yang indah, dan (6) manusia Indonesia tidak hemat, boros, serta senang
berpakaian bagus dan berpesta. Dia lebih suka tidak bekerja keras, kecuali
terpaksa, gampang senang dan bangga pada hal-hal yang hampa, serta cenderung
bermalas-malas akibat alam kita yang murah hati.
Selain membuka hal-hal yang buruk,
pendiri harian Indonesia Raya itu tak lupa mengemukakan sifat yang baik.
Misalnya, masih kuatnya ikatan saling tolong menolong. Manusia Indonesia pada
dasarnya berhati lembut, suka damai, punya rasa humor, serta dapat tertawa
dalam penderitaan. Manusia Indonesia juga cepat belajar dan punya otak encer
serta mudah dilatih keterampilan. Selain itu, punya ikatan kekeluargaan yang
mesra serta manusia penyabar.
H. PERAN SEKOLAH MENJADIKAN
SISWA PRIBADI DISIPLIN
Sekolah
merupakan tempat bagi generasi calon pemimpin bangsa menimba ilmu pengetahuan
dan berinteraksi dalam dunia keilmuan. Disadari atau tidak oleh siswa, sekolah
menjadi salah satu tempat pendadaran bagi mereka untuk belajar tentang banyak
hal agar kelak menjadi orang yang eksis dan sukses. Disiplin menjadi salah satu
faktor yang dapat membantu seseorang meraih sukses, tidak terkecuali disiplin
pada siswa.
Menurut Johar Permana, Nursisto
(1986:14), Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui
proses dan serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan,
kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban. Sedangkan menurut
Wikipedia (1993:119) tujuan disiplin sekolah adalah untuk menciptakan keamanan
dan lingkungan belajar yang nyaman terutama di kelas.
Di dalam kelas, jika seorang guru
tidak mampu menerapkan disiplin dengan baik maka siswa mungkin menjadi kurang
termotivasi dan memperoleh penekanan tertentu, dan suasana belajar menjadi
kurang kondusif untuk mencapai prestasi belajar siswa. Sebutan orang yang
memiliki disiplin biasanya tertuju kepada orang yang selalu hadir tepat waktu,
taat terhadap aturan, berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku, dan
sejenisnya. Sebaliknya, sebutan orang yang kurang disiplin biasanya ditujukan
kepada orang yang kurang atau tidak dapat menaati peraturan dan ketentuan
berlaku, baik yang bersumber dari masyarakat, pemerintah atau peraturan yang
ditetapkan oleh suatu lembaga tertentu, misalnya sekolah. Maman Rachman
(1999:83) mengemukakan bahwa tujuan disiplin sekolah adalah : (1) memberi
dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang, (2) mendorong siswa
melakukan yang baik dan benar, (3) membantu siswa memahami dan menyesuaikan
diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang
oleh sekolah, dan (4) siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik
dan bermanfaat baginya serta lingkungannya.
Membicarakan disiplin siswa, tidak
terlepas dari persoalan prilaku negatif pada diri siswa, yang akhir-akhir ini
semakin memprihatinkan. Berbagai tindak negatif dilakukan para pelajar di
sekolah dari nyontek, bolos, memeras, sampai pelanggaran diluar sekolah seperti
buat geng, berkelahi (tawuran) penyalahgunaan narkoba, sex bebas, mencuri
sampai pada pelanggaran-pelanggaran yang
lebih membahayakan/merugikan diri sendiri dan orang lain.
Perilaku siswa terbentuk dan
dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor lingkungan, keluarga dan
sekolah. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah merupakan salah satu faktor
dominan dalam membentuk dan mempengaruhi perilaku siswa. Di sekolah seorang
siswa berinteraksi dengan para guru yang mendidik dan mengajarnya. Sikap,
teladan, perbuatan dan perkataan para guru yang dilihat dan didengar serta
dianggap baik oleh siswa dapat meresap masuk begitu dalam ke dalam hati
sanubarinya dan dampaknya kadang-kadang melebihi pengaruh dari orang tuanya di
rumah. Sikap dan perilaku yang ditampilkan guru tersebut pada dasarnya
merupakan bagian dari upaya pendisiplinan siswa di sekolah. Semua bentuk
ketidak disiplinan siswa di sekolah tentunya memerlukan upaya penanggulangan
dan pencegahan.
Beberapa usaha yang dapat dilakukan
sekolah adalah;
1. Guru hendaknya bisa menjadi contoh
dalam berdisiplin, misalnya tepat waktu. Siswa tidak akan memiliki disiplin
manakala melihat gurunya sendiri juga tidak disiplin. Guru harus menghindari
kebiasaan masuk menggunakan jam karet, molor dan selalu terlambat masuk kelas.
2. Memberlakukan peraturan tata tertib
yang jelas dan tegas, sehingga mudah untuk diikuti dan mampu menciptakan suasana kondusif untuk belajar
3. Secara konsisten para
guru terus mensosialisasikan kepada siswa tentang pentingnya disiplin dalam
belajar untuk dapat mencapai hasil optimal,
melalui pembinaan dan yang lebih
penting lagi melalui keteladanan.
Reisman
dan Payne (E. Mulyasa, 2003) mengemukakan strategi umum merancang disiplin
siswa, yaitu :
(1) konsep diri; untuk menumbuhkan konsep diri
siswa sehingga siswa dapat berperilaku disiplin, guru disarankan untuk bersikap
empatik, menerima, hangat dan terbuka;
(2) keterampilan berkomunikasi; guru terampil
berkomunikasi yang efektif sehingga mampu menerima perasaan dan mendorong
kepatuhan siswa;
(3)
konsekuensi-konsekuensi logis dan alami; guru disarankan dapat menunjukkan
secara tepat perilaku yang salah, sehingga membantu siswa dalam mengatasinya;
dan memanfaatkan akibat-akibat logis dan alami dari perilaku yang salah;
(4)
klarifikasi nilai; guru membantu siswa dalam menjawab pertanyaannya
sendiri tentang nilai-nilai dan membentuk sistem nilainya sendiri;
(5) analisis transaksional; guru disarankan
guru belajar sebagai orang dewasa terutama ketika berhadapan dengan siswa yang
menghadapi masalah;
(6) terapi realitas; sekolah harus berupaya mengurangi
kegagalan dan meningkatkan keterlibatan. Guru perlu bersikap positif dan
bertanggung jawab;
(7)
disiplin yang terintegrasi; metode ini menekankan pengendalian penuh oleh guru
untuk mengembangkan dan mempertahankan peraturan; (modifikasi perilaku;
perilaku salah disebabkan oleh lingkungan. Oleh karena itu, dalam pembelajaran
perlu diciptakan lingkungan yang kondusif;
(8) tantangan bagi
disiplin; guru diharapkan cekatan, sangat terorganisasi, dan dalam pengendalian
yang tegas. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa peserta didik akan menghadapi
berbagai keterbatasan pada hari-hari pertama di sekolah, dan guru perlu
membiarkan mereka untuk mengetahui siapa yang berada dalam posisi sebagai
pemimpin.
BAB
III
KESIMPULAN
Dengan demikian, telah kita
simpulkan bahwa disiplin di sekolah itu sangat diperlukan. Karena dalam
aplikasinya, kedisiplinan sangat berguna sebagai tolak ukur mampu atau tidaknya
seseorang dalam mentaati aturan yang sangat penting bagi stabilitas kegiatan
belajar mengajar. Selain itu sikap disiplin sangat diperlukan untuk di masa
depan bagi pengembangan watak dan pribadi seseorang, sehingga menjadi tangguh
dan dapat diandalkan bagi seluruh pihak.
Oleh karena itu, marilah kita hidup
berdisiplin. Agar kelak, kita dapat menjadi panutan setiap orang dan bisa
diandalkan. Jika tidak dari sekarang kita membiasakan untuk berdisiplin, kapan
lagi kita bisa merubah dunia ini? Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat
menjadi pedoman untuk menjadi lebih baik bagi para pembaca khususnya para
siswa. Terima kasih.
DAFTAR
PUSTAKA
Srijanto Djarot, Drs., Waspodo Eling, BA,
Mulyadi Drs. 1994 Tata Negara Sekolah Menengah Umum. Surakarta; PT. Pabelan.
Mochtar Lubis, 1986. Manusia Indonesia: Sebuah
Pertanggungjawaban. Jakarta: Inti Iday Press.
Moekijat, 1987. Manajemen Kepegawaian. Jakarta:
Alumni.
Nitisemito, Alex. S. 1991. Manajemen Personalia.
Cetakan ke-8. Jakarta: Chalia Indonesia.
Siagian, S.P., 2000. Teori
Pengembangan Organisasasi. Cetakan Ketiga, Jakarta: Bumi Aksara.
disiplin terhadap diri sendiri memang sangat perlu diterapkan karena akan berdampak baik
BalasHapus