Nama : Wahyu Rizki Destiawan
NPM : 5C414150
Kelas : 1IA10
Universitas
Gunadarma
T.A. 2014/2015
Puji syukur kehadirat Tuhan
Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca
dalam administrasi pendidikan.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki
bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena
pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Jakarta, 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................ 2
DAFTAR ISI 3
A. Latar belakang............................................................................ 4
B. Rumusan
masalah....................................................................... 4
C. Maksud dan
tujuan..................................................................... 4
BAB II : PEMBAHASAN
A. Individu.......................................................................................... 5
B. Keluarga......................................................................................... 6
C. Masyarakat..................................................................................... 9
D. Hubungan individu,
keluarga dan
masyarakat............................... 10
BAB III: PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................... 11
B. Saran.............................................................................................. 11
DAFTAR KEPUSTAKAAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hubungan antara manusia yang
satu dengan yang lain sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, dikarenakan
manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri atau masih
membutuhkan bantuan dari pihak lain. Bersosialisasi pun sangat penting dalam
menjalin hubungan yang baik antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Jika
tidak adanya individu, maka keluarga dan masyarakat pun tidak akan tercipta.
Begitu pula dengan individu, tidak akan bisa berjalan sendiri jika tidak adanya
keluarga dan masyarakat, karena dengan adanya keluarga dan masyarakat,
masing-masing individu dapat mengekspresikan segala hal yang berhubungan dengan
sosial. Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek
sosial yang tidak bisa dipisahkan.
Oleh karena itu begitu
menariknya judul yang kami bahas ini sehingga kami mendapat tugas membuat
makalah dengan judul Manusia Sebagai Individu, Keluarga, dan Masyarakat, semoga
makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat khususnya bagi pemakalah dan
umumnya bagi para pembaca, serta kami minta maaf apabila makalah ini belum
sempurna dan jauh dari yang diharapkan, oleh karenya kami meminta kritik dan
saran yang sifatnya mendukung untuk kemajuan makalah ini.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian individu ?
2. Bagaimana pengertian keluarga ?
3. Bagaimana pengertian masyarakat ?
4. Bagaimana hubungan individu, keluarga dan masyarakat ?
C. Maksud dan tujuan
Maksud dan tujuan dari Makalah
ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu sosial budayadasar dan juga memberikan tambahan ilmu pengetahuan
dan wawasan baru untuk saya khususnya dan para pembaca umumnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Individu
Kata “ Individu” berasal dari
kata latin, yaitu individuum, berarti “yang tak terbagi”. Jadi
merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang
paling kecil dan terbatas.Arti lainnya adalah sebagai pengganti “orang seorang”
atau manusia perorangan. Disini terlihat bahwa sifat dan fungsi manusia,
sebagaimana ia hidup di tengah-tengah individu lain dalam masyarakat. Individu
adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam
lingkungan sosialnya,malainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah
laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi
terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan
aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat
pada aspek yang lainnya.
Individu tidak akan jelas
identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadi latar keberadaannya.
Karna dari sinilah kita akan bisamemahami seseorang
individu seperti kata Jhonson.[1]
Individu bukan berarti manusia
sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan
yang terbatas, yaitu sebagai manusia perorangan, dapat kita uraikan, bahwa
individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam
lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah
laku spesifik dirinya.
Makna manusia menjadi individu
apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang
bersangkutan. Proses yang meningkatkan ciri-ciri individualitas pada seseorang
sampai pada ia adalah dirinya sendiri, disebut proses individualisasi atau
aktualisasi diri.
Manusia sebagai individu
memiliki tugas pada dirinya sendiri yaitu;
1.
Menuntut ilmu
pengetahuan, merekayasa teknologi serta memanfaatkannya untuk kemakmuran dan
kesejahteraan. Kesadaran tersebut mendorongnya untuk terus belajar.Proses belajar
berarti proses perubahan sikap dan perilaku dengan mendapatkan pengalaman dan
pelatihan.
2.
Menghiasi diri dan
budi pekerti dengan baik serta akhlak yang terpuji, setiap tindakan dan
perbuatan dalam kehidupan bermasyarakat selalu bercermin pada keindahan dan
keelokan budi pekerti maka akan tercipata kesejukan dalam kehidupan
bermasyarakat.
Individu tidak akan jelas
identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yng menjadi latar belakang
keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk
membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai
dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.
Manusia sebagai individu selalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang
sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan
lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan
menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi
penghambat proses pembentukan pribadi.
1. Pertumbuhan
Individu
Terdapat tiga aliran konsep pertumbuhan yaitu:
Terdapat tiga aliran konsep pertumbuhan yaitu:
a) Aliran asosiasi:
pertumbuhan merupakan suatu proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada
seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari pengalaman luar melalui
panca indra yang menimbulkan sensasi maupun pengalaman dalam mengenal batin sendiri yang menimbulkan refleksi.
b) Aliran
psikologi Gestalt: pertumbuhan adalah proses diferensiasi yaitu
proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal sesuatu.
Pertama mengenal secara keseluruhan, baru kemudian mengenal bagian demi bagian
dari lingkungan yang ada.
c) Aliran sosiologi:
pertumbuhan merupakan proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial dan sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.
2. Faktor – faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan
a) Pendirian
Nativistik yaitu Pertumbuhan individu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor
yang dibawa sejak lahir.
b) Pendirian
Empiristik dan Envinronmentalistik yaitu Pertumbuhan individu semata-mata
tergantung kepada lingkungan sedangkan dasar tidak berperanan sama sekali.
c) Pendirian
Konvergensi dan Interaksionisme yaitu Interaksi antara dasar dan linkunagan
dapat menentukan pertumbuhan individu.
d) Tahap pertumbuhan
Individu berdasarkan Psikologi
Tahap pertumbuhan
individu berdasarkan psikologi, Fase-fasenya,
antara ain :
a) masa vital
b) masa estetik
c) masa intelektual
d) masa sosial
B. Keluarga
Keluarga berasal dari bahasa sansekerta kula dan warga “kulawarga”
yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana
beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu.
Keluarg inti(”nuclear family”) terdiri dari ayah, ibu,
dan anak-anak mereka. Keluarga merupakan unit satuan masyarakat terkecil
sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat.
Keluarga diartikan sebagai suatu satuan sosial
terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial, yang ditandai dengan
adanya kerja sama ekonomi. Fungsi keluarga adalah berkembang biak, mensosialisasi,
mendidik anak, menolong, melindungi, atu merawat orang-orang tua (jompo).
Bentuk keluarga terdiri dari seorang suami, seorang istri, dan anak-anak yang
biasanya tinggal dalam satu rumah yang sama ( keluarga inti). Secara resmi
terbentuk dari hasil perkawinan.
Menurut Sigmund Freud, keluarga terbentuk karena
adanya perkawinan pria dan wanita. Sedangkan menurut Durkhem, keluarga adalah
lembaga social sebagai hasil factor-faktor politik, ekonomi, dan lingkungan.
Secara umum dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan atau kelompok orang yang mempunyai hubungan darah dan perkawinan. Terdiri dari:
Secara umum dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan atau kelompok orang yang mempunyai hubungan darah dan perkawinan. Terdiri dari:
1.
Keluarga
nuklir/inti/batih (nuclear family) : Keluarga yang terdiri dari ayah,
ibu dan anak.
2.
Keluarga tua (extended
family) : Keluarga kekerabatan yang terdiri dari 3 atau 4 keluarga batih
yang terikat oleh hubungan orang tua anak atau saudara kandung oleh suatu
tempat tinggal bersama yang besar.
3.
Keluarga Individu
tersebut merupakan salah satu keturunan.
Fungsi keluarga secara umum menurut Munandar Soelaeman
adalah:
1. Pengatur seksual
a. Hidup bersama atas
dasar suka sama suka (kumpul kebo).Pergundikan
b. Hubungan seorang
bangsawan dengan gundiknya (jaman praindustri masyarakat barat) atau Raja
dengan Selir.
c. Melahirkan anak
pada masa tunangan.
d. Perzinahan, sang
lelaki sudah menikah ataupun sang wanita sudah menikah.
e. Kehidupan bersama
seorang yang bertarak (celibate, pastoral, biarawan, menahan hawa nafsu) dengan
orang lain yang juga hidup bertarak atau yang tidak bertarak.
f. Perzinahan,
kedua-duanya telah menikah.
g. Kehidupan bersama
wanita yang berkasta tinggi dengan lelaki berkasta rendah.
h. incest (hubungan
seksual dalamsatu keluarga), saudara lelaki dengan saudara perempuan, bapak
dengan anak perempuan, ibu dengan anak lelaki.
2. Reproduksi
3. Sosialisasi
4. Pemeliharaan
5. Penempatan anak didalam masyarakat
6. Pemuas kebutuhan perorangan
7. Kontrol sosial
William J. Goode (1983) menyusun jenis-jenis
penyimpangan social dalam pengaturan seksual menurut ketidak seimbangan dalam
struktur sosial, yaitu:
a. Menurut H. Abu
Ahmadi
1) Fungsi Biologis
2) Fungsi Pemeliharaan
3) FungsiEkonomi
4) Fungsi Keagamaan
5) Fungsi Sosial
1) Fungsi Biologis
2) Fungsi Pemeliharaan
3) FungsiEkonomi
4) Fungsi Keagamaan
5) Fungsi Sosial
b. Menurut Soewaryo
Wangsanegara
1) Pembentukan kepribadian
2) Alat reproduksi
3) Merupakan eksponer dari kebudayaan masyarakat
4) Lembaga perkumpulan perekonomian
5) Pusat pengasuhan dan pendidikan
1) Pembentukan kepribadian
2) Alat reproduksi
3) Merupakan eksponer dari kebudayaan masyarakat
4) Lembaga perkumpulan perekonomian
5) Pusat pengasuhan dan pendidikan
Peristiwa terputusnya sistem keluarga, menurut William
J, Goode (1983), dapat mengakibatkan terpecahnya suatu unit keluarga. Beberapa
macam utama kekacauan keluarga:
1) Ketidaksahan, unit keluarga yang tidak lengkap
2) Pembatalan, perpisahan, perceraian, dan meninggalkan
3) Keluarga selaput kosong
4) Ketiadaan salah satu pasangan karena hal yang tidak diinginkan
5) Kegagalan peran penting yang tidak diinginkan
1) Ketidaksahan, unit keluarga yang tidak lengkap
2) Pembatalan, perpisahan, perceraian, dan meninggalkan
3) Keluarga selaput kosong
4) Ketiadaan salah satu pasangan karena hal yang tidak diinginkan
5) Kegagalan peran penting yang tidak diinginkan
Secara umum fungsi keluaraga meliputi;
1. Pengaturan Seksual
Dapat dibayangkan apabila
tidak ada keluarga maka akan terjadi seks bebas yang diakibatkan tidak adanya
pengaturan seksual, oleh karena itu, disinilah fungsi keluarga agar pengaturan
seksual dapat dikontrol dan tidak ada lagi kelahiran di luar nikah.
2. Reproduksi
Keluarga berfungsi untuk
membentuk keturunan, walaupan banyak yang berpandangan bahwa banyak anak akan
menambah beban hidup, dan ada pula yang mengharapkan banyak anak untuk jaminan
bagi orang tua di masa depan.
3.Sosialisasi
Sebelum bersosialisasi dalam
masyarakat ada halnya kita bersosialisasi terlebih dahulu dalm keluarga agar
terbebtuknya kepribadian, sikap, perilaku, dan tanggapan emosinya, sehingga ketika
kita bermasyarakat dapat diterima dengan baik.
4. Kontrol sosial
Keluarga yang berfungsi dalam
sosialisai, yaitu bagi individu pada saat ia tumbuh menjadi dewasa memerlukan
suatu sistem nilai sebagai semacam tuntunan untuk mengarahkan aktivitasnya dalam
masyarakat, dan berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangan kepribadiannya.
C. Masyarakat
Dalam bahasa Inggris
masyarakat disebut juga society, asal katanya socius yang
berarti kawan.Adapun kata “masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu syirk,
artinya bergaul.Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk-bentuk aturan
hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh
unsur-unsur lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan.
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah
memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati
dalam lingkungannya.Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah
yang dapat menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga
dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang
khas.
Menilik kenyataan di
lapangan,suatu kelompok masyarakat dapat berupa suatu suku bangsa. Bisa juga
berlatar belakang suku.Dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat,
dapat digolongkan menjadi masyarakat sederhana dan masyarakat maju (masyarakat
modern).
1.
Masyarakat
sederhana.
Dalam lingkungan masyarakat
sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis
kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari kelemahan dan kemampuan fisik
antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan alam yang buaspada
saat itu. Kaum pria melakukan pekerjaan yang berat-berat seperti berburu,
menangkap ikan di laut, menebang pohon, berladang dan berternak.Sedangkan kaum
wanita melakukan pekerjaan yang ringan-ringan seperti mengurus rumah tangga,
menyusui dan mengasuh anak-anak,merajut, membuat pakaian, dan bercocok tanam.
2.
Masyarakat Maju.
Masyarakat
maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan kelompok
organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan
serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Organisasi kemasyarakatan
tumbuh dan berkembang dalam lingkungan terbatas sampai pada cakupan nasional,
regional maupun internasional.
Tugas manusia sebagai anggota
masyarakat;
1.
Saling tolong
menolong dan bantu membantu dalam kebajikan
2.
Ikut meringankan
beban kesengsaraan orang lain
3.
Menjaga dan
memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban lingkungan dan masyarakat
4.
Menghindari
perkataan dan tindakan yang menyakitkan orang lain sehingga tercipta
ketergantungan yang saling menguntungkan.
D. Hubungan Individu, Keluarga dan Masyarakat
Individu barulah dikatakan sebagai individu apabila
pada perilakunya yang khas, yang ada pada dirinya diproyeksikan pada suatu
lingkungan sosial yang disebut masyarakat. Satuan-satuan lingkungan sosial yang
mengelilingi individu terdidri dari leluarga, lembaga, komunitas, dan
masyarakat.
1. Hubungan individu dengan keluarga
Individu memiliki hubungan erat dengan keluarga, yaitu
dengan ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, dan adik. Hubungan ini dapat dilandasi oleh nilai, norma, dan
aturan yang melekat pada keluarga yang bersangkutan. Dengan adanya keluarga
ini, individu pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada
dirinya dalam keluarga.
2. Hubungan individu dengan lembaga
Lembaga diartikan sebagai
sekumpulan norma yang terus-menerus dilakukan oleh manusia karena norma-norma itu memberikan keuntungan bagi mereka. Individu memiliki
hubungan yang saling mempengaruhi dengan lembaga yang ada
disekelilingnya.Lingkungan pekerjaan dapat membentuk individu dalam membentuk
kepribadian.Keindividuan dalam lingkungan pekerjaan dapat berperan sebagai direktur,ketua dan sebagainya. Jika individu bekerja, ia akan dipengaruhi
oleh lingkungan pekerjaannya.
3. Hubungan individu dengan komunitas
Komunitas dapat diartikan sebagai satuan kebersamaan hidup sejumlah orang yang memiliki
territorial terbatas, memilki kesamaan terhadap menyukai suatu hal dan keorganisasian tata kehidupan bersama.Komunitas mencakup individu, keluarga
dan lembaga yang saling berhubungan secara independen.
4. Hubungan individu dengan masayarakat
Hubungan individu dengan
masyarakat terletak dalaam sikap saling menunjang hak dan kewajiban manusia
sebgai individu dan manusia sebagai makhluk sosial.Mana yang menjadi hak
individu dan mana yang menjadi hakmasyarakat
hendaknya diketahui dengan mendahulukan hak masyarakat daripada hak
individu.Gotong royong adalah hak masyarakat, sedangkan rekreasi dengan
keluarga, liburan adalah hak individu yang semestinya lebih mengutamakan hak
masyarakat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manusia sebagai makhluk
individu, keluarga, dan masyarakat oleh karenanya manusia dapat dikatakan
sebagai makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok atau berorganisasi dan
membutuhkan orang lain. Kita tahu dan menyadari bahwa manusia sebagai individu
dan makhluk sosial serta memahami tugas dan kewajibannya dalam stiap tatanan
kehidupan berkelompok dan dalam struktur dan sistem sosial yang ada.
Dari seluruh uraian mengenai
relasi individu dengan enam macam lingkungan sosial mulai dari keluarga sampai
nasional, dapat ditarik kesimpulan sementara, bahwa individu mempunyai makna
langsung apabila konteks situasional adalah keluarga atau lembaga sosial,
sedangkan individu dalam konteks lingkungan sosial yang lebih besar, seperti
masyarakat nasion, posisi dan peranannya semakin abstrak.
B. Saran
Dalam bermasyarakat
ciptakanlah sikap saling tolong – menolong dalam hal kebajikan, agar
terciptanya sikap kekeluargaan dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Soelaeman, Munandar. Ilmu Sosial Dasar.
Refika Aditama.2006
Bainar, dkk. Ilmu
Sosial, Budaya, dan Kealaman Dasar. CV. Jenki Satria. 2006
Agus, Bustanuddin. Pengembangan
Ilmu-Ilmu Sosial Studi Banding Pandangan Ilmiah Dan Ajaran Agama. Gema
Insani. Jakarta. 1999.
REFERENSI TAMBAHAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar