Nama : Wahyu Rizki Destiawan
NPM : 5C414150
Kelas : 1IA10
Universitas Gunadarma
T.A. 2014/2015
Ilmu Sosial Dasar
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Latar belakang diberikannya Ilmu Sosial Dasar
adalah banyaknya kritik yang ditujukan pada sistem pendidikan oleh sejumlah
para cendikiawan, terutama para sarjana pendidikan, sosial dan kebudayaan.
Mereka menganggap sistem pendidikan ini berbau kolonial, dan masih merupakan
warisan sistem pendidikan Pemerintah Belanda, yaitu kelanjutan politik balas
budi yang dianjurkan oleh Conrad Theodhore van Deventer.
Ternyata sekarang masih dirasakan banyaknya tenaga
ahli yang berpengetahuan keahlian khusus dan mendalam, sehingga wawasannya
sempit. Hal lain, membuat sistem pendidikan kita menjadi sesuatu yang “elite”
bagi masyarakat kita sendiri, kurang akrab dengan lingkungan masyarakat, tidak
mengenali dimensi – dimensi lain di luar disiplin keilmuannya. Pendidikan
tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat
pengetahuan yang terdiri atas :
- Kemampuan
akademis adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan
maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis,
kritis, sitematis, dan analitis, memiliki kemampuan konsepsional untuk
merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternative
pemecahannya.
- Kemampuan
professional adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang
bersangkutan. Dengan kemampuan ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki
pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
- Kemampuan
personal adalah kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan ini para tenaga
ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, dan
tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia,
memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan
kenegaraan, serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap
berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
B.
Rumusan Masalah
Dalam makalah ini penulis akan menjelaskan perumusan masalah yang ada,
antara lain :
1) Pengertian Ilmu Sosial Dasar
2) Tujuan
3) Ruang Lingkup
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan dan pemahaman mahasiswa
tentang Ilmu Sosial Dasar.
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ilmu Sosial Dasar
Untuk menjawab berbagai
tantangan dan persoalan dalam kehidupan lahirlah berbagai cabang ilmu
pengetahuan. Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari
ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga :
a. Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi: Fisika, Kimia,
Astronomi, Biologi dan lain-lain.
b. Sosial Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari : Sosiologi,
Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi dan lain-lain.
c. Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi : Bahasa, Agama,
Kesusastraan, Kesenian dan lain-lain.
Mengikuti pembagian ilmu
pengetahuan seperti tersebut di atas, maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya
Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan.
Ilmu Sosial Dasar adalah
pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkain
oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta,
konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam
lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial,
sosiologi, antropologi, psykologi sosial.
Ilmu Sosial Dasar tidak
merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing
sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang
tidak mungkin dipadukan.
Ilmu Sosial Dasar bukan
merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai
obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga Ilmu Sosial
Dasar tidak
mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti
ilmu-ilmu sosial di atas.
Ilmu Sosial Dasar
merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk
kepentingan pendidikan/pengajaran yang di Indonesia diberikan di Perguruan
Tinggi. Tegasnya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha
untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep
yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap,
persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat
ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Diselenggarakannya
mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ialah pembentukan dan pengembangan kepribadian
serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagai
gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan
masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran
berkenaan dengan lingkungan social dapat dipertajam.
2. Tujuan Khusus
1.
Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan
sosial dan masalah-maslah sosial yang ada dalam masyarakat.
2.
Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk
ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
3.
Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul
dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya
(mempelajarinya).
4.
Memahami jalan pikiran para ahli dalalm bidang ilmu
pengetahuan lalin dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalalm rangka
penanggulangan maslah sosial yang timbul dalam masyarakat.
C. Ruang
Lingkup
Ilmu sosial dasar mencakup
masalah-masalah sosial yang timbul didalam sebuah masyarakat. Untuk menelaah
masalah-masalah sosial tersebut hendaknya terlebih dahulu dapat
mengidentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial
tersebut. Sehingga ilmu sosial dasar dapat dibedakan atas tiga golongan beasar
yaitu :
1.
Kenyataan-kenyataan sosial yang ada didalam
masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
2.
Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian
tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer
saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang
dibahas pada ilmu sosial.
3.
Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat,
biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang satu dengan
yang lainnya saling berkaitan satu sama lain.
Ilmu sosial dasar terdiri dari 8
(delapan) pokok pembahasan. Dari kedelapan pokok pembahasan tersebut maka ruang
lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami
adanya :
1.
Berbagai masalah kependudukan dalam hubunganya dengan
pengembangan masyarakat dan kebudayaan.
2.
Masalah Individu, keluarga dan masyarakat.
3.
Masalah pemuda dan sosialisasi
4.
Masalah hubungan antara Warga Negara dan Negara
5.
Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
6.
Masalah masyarakat perkotaan dan masalah pedesaan.
7.
Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan
integrasi.
8.
Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi
kemakmuran dan keserjahteraan masyarakat.
Kesimpulan
Setiap anggota bagian dari tubuh kita merupakan suatu
kesatuan jaringan atau jalinan yang masing – masingnya terhubung satu sama
lain. Apa bila ada satu bagian yang rusak maka akan berdampak pada bagian
lainnya juga.
Terdapat tiga bagian terpenting dari manusia
yaitu, akal pikiran, Jasmani dan Rohani. Tiga komponen terebut saling
berkaitan satu sama lainnya. Akal merupakan bagian terpenting, merupakan inti
dari sistem tubuh kita. Akal mengatur segala kegiatan yang ada pada tubuh kita,
mulai dari kerja organ tubuh kita, sistem perasaan, motifasi, pengambilan
ketupusan dan penyikapan kita terhadap sesuatu dalam hidup. Jasmani
merupakan pendukung kegiatan yang berkaitan dengan fisik kita, tetapi apa bila
terganggu salah satu fungsinya maka akan pula berpengaruh pada yang lainnya,
bila jasmani kita baik maka aktifitas kita pun berjalan lancar. Dan rohani
meupakan kebutuhan kita terhadap Tuhan. Kedekatan kita terhadap tuhan adalah
segalanya. Dia lah yang berkehendak dan menghendakan akan akan sesuatu.
Oleh karena itu dibutuhkannya hubungan baik antara kita dengan sang pencipta
kita.
Sebagai manusia yang menjalani kehidupan di dunia
beserta problematikanya. Apabila kita menginginkan kehidupan kita berjalan baik
dan lancar maka pengelolaan kita terhadap pola pikir akal, jamani dan rohani
kita harus berjalan dengan bena, seimbang dan sesuai. Apabila ada salah satu
saja yang tidak seimbang ddalam pemenuhannya maka akan berdampak pula pada
kehidupan sehari – hari kita.
Minggu 2 :
Penduduk dan Kebudayaan
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penduduk,
Masyarakat, dan Kebudayaan adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama
lain. Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu
yang tertentu pula, , dan berkemungkinan akan terbentuknya suatu
masyarakat di wilayah tersebut. Demikian pula hubungan antara masyarakat dengan
kebudayaan, ini adalah hubungan dwi tunggal, yang merupakan kebudayaan adalah
hasil dari masyarakat. Kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang dalam
suatu masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung
oleh kebudayaan. Jadi, hubungan antara masyarakat dan kebudayaan merupakan
hubungan yang saling menentukan.
Pertumbuhan
penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang
meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan sebagainya. Dengan adanya
pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut, maka bertambahnya sistem mata
pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks.
Berbeda
dengan makhluk lain, manusia mempunyai kelebihan dalam kehidupan. Manusia dapat
memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya. Pemanfaatan dan pengembangan akal
budi telah terungkap paad perkembangan kebudayaan, baik kebudayaan yang
bersifat rohaniyah, maupun kebudayaan kebendaan.
Akibat
dari kebudayaan ini telah mengubah cara berpikir manusia dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya. Sehubungan dengan hal tersebut dalam pokok bahasan ini akan
ditelaah mengenai pertumbuhan penduduk, perkembangan kebudayaan dan timbulnya
pranata-pranata akibat perkembangan kebudayaan.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian
Penduduk
2. Pengertian
Masyarakat
3. Pengertian
Kebudayaan
4. Apa
Keterkaitan Antara Masyarakat, Penduduk, dan Kebudayaan?
C. Tujuan Permasalahan
1. Mengetahui
Tentang Penduduk
2. Mengetahui
Tentang Masyarakat
3. Mengetahui
Tentang Kebudayaan
4. Mengetahui Keterkaitan
Antara Masyarakat, Penduduk, dan Kebudayaan
PEMBAHASAN
A. Penduduk
1. Pengertian penduduk
Pada
hakekatnya, pengertian mengenai penduduk lebih ditekankan pada komposisi umur,
jenis kelamin dan lain-lain, tetapi juga klasifikasi tenaga kerja dan watak
ekonomi, tingkat pendidikan, agama, ciri sosial, dan angka statistik lainnya
yang menyatakan distribusi frekuensi.
Penduduk
atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua: Pertama orang
yang tinggal di daerah tersebut. Dan kedua orang yang secara hukum
berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai
surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi
memilih tinggal di daerah lain. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia
yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Dalam arti luas, penduduk atau populasi berarti sejumlah makhluk
sejenis yang mendiami atau menduduki tempat tertentu misalnya pohon bakau yang
terdapat pada hutan bakau, atau kera yang menempati hutan tertentu. Bahkan
populasi dapat pula dikenakan pada benda-benda sejenis yang terdapat pada suatu
tempat, misalnya kursi dalam suatu gedung sekolah. Dalam kaitannya dengan
manusia, maka pengertian penduduk adalah manusia yang mendiami dunia atau bagian-bagiannya
(Ruslan H.Prawiro, 1981 : 3). Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi
sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam
sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan
penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan
sering digunakan secara informal untuk sebutan nilai pertumbuhan penduduk, dan
digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.
2. Dinamika pendudukDinamika Penduduk
Dinamika
kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari
waktu ke waktu. pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat
kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke
luar maupun ke luar. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan
jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu. Pertumbuhan penduduk yang
minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan
yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk meningkat jika
jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari
jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar.
3. Komposisi Penduduk
Komposisi
penduduk suatu Negara dapat dibagi menurut komposisi tertentu, misalnya
komposisi penduduk menurut umur, menurut tingkat pendidikan, menurut pekerjaan
dan sebagainya. Dengan mengetahui komposisi penduduk menurut umur dan jenis
kelamin, dapat disusun/dibuat apa yang disebut piramida penduduk, yaitu grafik
susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin pada saat tertentu dalam bentuk
pyramid. Golongan laki-laki ada diseblah kiri dan perempuan disebelah kanan.
Garis aksisnya (vertical) menunjukkan interval umur dan gari horisontalnya
menunjukna jumlah atau prosentasi. Berdasarkan komposisinya piramida penduduk
dibedakan atas :
a. Penduduk muda yaitu penduduk dalam pertumbuhan, alasannya
lebih besar dan ujungnya runcing, jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah
kematian
b. Bentuk
piramida stasioner, disini keadaan penduduk usia muda, usia dewasa dan lanjut
usia seimbang, pyramid penduduk stasioner ini merupakan idealnya keadaan
penduduk suatu Negara
c. Piramida penduduk tua, yaitu piramida pendduk yang
menggambarkan penduduk dalam kemunduran, pyramid ini menunjukkan bahwa penduduk
usia muda jumlanya lebih kecil dibandingkan dengan penduduk dewasa, hal ini
menjadi masalah karena jika ini berjalan terus menerus memungkinkan penduduk
akan menjadi musnah karena kehabisan. Disini angka kelahiran lebih kecil dibandingkan
angka kematian.
4. Persebaran Penduduk
Kecenderungan
manusia untuk memilih daerah yang subur untuk tempat tinggalnya, terjadi sejak
pola hidup masih sangat sederhana. Itulah maka sejak masa purba daerah sangat
subur selalu menjadi perebutan mansuia, sehingga tidak salah lagi bahwa daerah
yang subur ini kemungkinan besar terjadi kepadatan penduduk. Sudah barang tentu
hal semacam ini terjadi didaerah/Negara yang pola hidup penduduknya masih
bertani. Daerah semacam inilah yang kemudian berkembang menjadi daerah
perkotaan, daerah tempat pemerintahan, daerah perdagangan dan sebagainya..
prinsip tempat tinggal mendekati tempat bekerja yang secara langsung atau
tidak, menimbulkan ketidakseimbangan penduduk ditiap-tiap daerah. Sehingga
terjadi daerah yang berpenduduk padat. Dari prinsip itulah kemudian
terjadi perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain.
5. Kepadatan penduduk
Kepadatan
penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka
tinggal. Beberapa pengamat masyarakat percaya bahwa konsep kapasitas muat juga
berlaku pada penduduk bumi, yakni bahwa penduduk yang tak terkontrol dapat
menyebabkan katastrofi Malthus. Beberapa menyangkal pendapat ini. Grafik
berikut menunjukkan kenaikan logistik penduduk. Negara-negara kecil biasanya
memiliki kepadatan penduduk tertinggi, di antaranya: Monako, Singapura,
Vatikan, dan Malta. Di antara negara besar yang memiliki kepadatan penduduk
tinggi adalah Jepang dan Bangladesh.
6. Pengendalian jumlah penduduk
Pengendalian
penduduk adalah kegiatan membatasi pertumbuhan penduduk, umumnya dengan
mengurangi jumlah kelahiran. Dokumen dari Yunani Kuno telah membuktikan adanya
upaya pengendalian jumlah penduduk sejak zaman dahulu kala. Salah satu contoh
pengendalian penduduk yang dipaksakan terjadi di Republik Rakyat Cina yang
terkenal dengan kebijakannya 'satu anak cukup'; kebijakan ini diduga banyak
menyebabkan terjadinya aksi pembunuhan bayi, pengguguran kandungan yang
dipaksakan, serta sterilisasi wajib. Indonesia juga menerapkan pengendalian
penduduk, yang dikenal dengan program Keluarga Berencana (KB), meski program
ini cenderung bersifat persuasif ketimbang dipaksakan. Program ini dinilai
berhasil menekan tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia.
7. Penurunan jumlah penduduk
Berkurangnya
jumlah penduduk menyebabkan turunnya jumlah populasi pada sebuah daerah. Hal
ini disebabkan oleh perpindahan daerah kesuburan atau oleh emigrasi
besar-besaran. Juga oleh penyakit, kelaparan maupun perang. Namun seringkali
oleh gabungan faktor-faktor tersebut. Di masa lampau penurunan jumlah penduduk
disebabkan terutama sekali oleh penyakit. Pada tahun-tahun belakangan ini
populasi penduduk Rusia dan tujuh belas bekas negara komunis lainnya mulai
menurun (1995-2005). Kasus Black Death di Eropa atau datangnya
penyakit-penyakit dari dunia lama ke Amerika merupakan faktor penyebab turunnya
jumlah penduduk.
8. Ledakan penduduk
Buku
berjudul The Population Bomb (Ledakan Penduduk) pada tahun 1968 oleh Paul
R. Ehrlich meramalkan adanya bencana kemanusiaan akibat terlalu
banyaknya penduduk dan ledakan penduduk. Karya tersebut menggunakan
argumen yang sama seperti yang dikemukakan Thomas Malthus dalam An
Essay on the Principle of Population (1798), bahwa laju pertumbuhan
penduduk mengikuti pertumbuhan eksponensial dan akan melampaui suplai makanan
yang akan mengakibatkan kelaparan.
9. Penduduk dunia
Berdasarkan estimasi yang diterbitkan oleh Biro Sensus
Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 milyar jiwa pada tanggal
26 Februari 2006 pukul 07.16 ngan proyeksi populasi, angka ini teWIB. Dari
sekitar 6,5 milyar penduduk dunia, 4 milyar diantaranya tinggal di Asia. Tujuh
dari sepuluh negara berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia (meski Rusia
juga terletak di Eropa). Sejalan derus bertambah
dengan kecepatan yang belum ada dalam sejarah. Diperkirakan seperlima dari
seluruh manusia yang pernah hidup pada enam ribu tahun terakhir, hidup pada
saat ini.
Pada
tanggal 19 Oktober 2012 pukul 03.36 WIB, jumlah penduduk dunia akan mencapai 7
milyar jiwa. Badan Kependudukan PBB menetapkan tanggal 12 Oktober 1999 sebagai
tanggal dimana penduduk dunia mencapai 6 milyar jiwa, sekitar 12 tahun setelah
penduduk dunia mencapai 5 milyar jiwa. Berikut adalah peringkat negara-negara
di dunia berdasarkan jumlah penduduk (2005):
a. Republik Rakyat Cina (1.306.313.812 jiwa)
b. India (1.103.600.000 jiwa)
c. Amerika Serikat (298.186.698 jiwa)
d. Indonesia (241.973.879 jiwa)
e. Brasil (186.112.794 jiwa)
f. Pakistan (162.419.946 jiwa)
g. Bangladesh (144.319.628 jiwa)
h. Rusia (143.420.309 jiwa)
i. Nigeria (128.771.988 jiwa)
j. Jepang (127.417.244 jiwa)
B. Masyarakat
1. Pengertian masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society)
adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi
terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang
berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam
bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu
jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah
komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya,
istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam
satu komunitas yang teratur.
Menurut
Syaikh Taqyuddin An-Nabhani,
sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki
pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan
tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Masyarakat
sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian.
Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat
pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural
intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap
masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang
terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional. Masyarakat dapat pula
diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan
kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom,
dan masyarakat negara.
Kata
society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan
persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang
berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial.
Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya
mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.
Penduduk,
masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama
lainnya. Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah
geografi dan ruang tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk
yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh
peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat
tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka
dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring
dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan
merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil
karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian
menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia (
masyarakat ) tersebut.
Menurut
Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara
unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.Jika
terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan
hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai
dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah
sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial
dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus
seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat,
dan lain sebagainya. Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis
faktor, yakni antara lain:
a. Faktor Ekonomi : Kemiskinan,
pengangguran, dll.
b. Faktor Budaya : Perceraian,
kenakalan remaja, dll.
c. Faktor Biologis : Penyakit menular,
keracunan makanan, dsb.
d. Faktor Psikologis : penyakit syaraf,
aliran sesat, dsb.
C. Kebudayaan
1. Pegertian
Kebudayaan
Kebudayaan
sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam
masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu
sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun
temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagaisuperorganic.
Menurut Andreas Eppink,
kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu
pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan
lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett
Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di
dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota
masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan
Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta
masyarakat.
Dari
berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenaikebudayaan adalah
sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau
gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan
perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai
makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata,
misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,
religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia
dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
2.
Perkembangan Dan Perubahan Kebudayaan
Kebudayaan
selalu dimiliki oleh setiap masyarakat, hanya saja ada suatu masyarakat yang
lebih baik perkembangan kebudayaannya dari pada masyarakat lainnya untuk
memenuhi segala kebutuhan masyarakatnya. Pengertian kebudayaan banyak sekali
dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan
Soelaiman Soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil
dari karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan
teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasa alam
sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepntingan
masyarakat. Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan segala norma dan nilai
masyarakat yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasarakatan alam
arti luas, didalamnya termasuk, agama, ideology, kebatinan, kenesenian dan
semua unusr yang merupakan hasil ekspresi dari jiwa manusia yang hidup sebagai
anggota masyarakat. Selanjtunya cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan
piker dari orang yang hidup bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan
filsafat serta ilmu pengetahuan. Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah.
Semua karya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang
menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan
seluruh masyarakat.
Dari
pengetian tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan ari
pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang digunakan untuk
menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi
segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri.
Atas dasar itulah para ahli mengemukakan adanya unsur kebudayaan yang
umumnya diperinci menjadi 7 unsur yaitu :
a.
Unsur
religi
b.
Sistem
kemasyarakatan
c. Sistem peralatan
d.
Sistem
mata pencaharian hidup
e.
Sistem
bahasa
f.
Sistem
pengetahuan
g.
Unsur
seni
Bertitik
dari sistem inilah maka kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain
:
a.
wujud
sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya. Ini
merupakan wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, lokasinya dalam pikiran
masyarakat dimana kebudayaan itu hidup.
b.
kebudayaan
sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam
masyarakat.
c.
kebudayaan
sebagai benda hasil karya manusia
Perubahan
kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup
dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi
karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan
antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yanga statis,
setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan
itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut.
3.
Kebudayaan Sebagai Pengikat Kehidupan Bermasyarakat
Dalam
sejarah perjuangan bangsa para perintis telah dengan susah payah membangun dan
mempertahankan bangsa ini. Membangun tentu membutuhkan proses yang panjang..
Pembangunan membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang mengedepankan
kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi dan golongan. Berbicara tentang
kebudayaan berarti tidak terlepas dari tuntutan harga diri atau jati diri anak
bangsa. Secara nasional kebudayaan adalah pencerminan sebuah bangsa yang
memberikan dampak positif dalam membangun bangsa yang demokratif dengan
mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Kebudayaan daerah merupakan bagian dari
budaya bangsa yang perlu dipertahankan nilai-nilai kemanusiaannya. Seorang
tokoh atau pemimpin perlu memahami tentang tata krama atau tatanan dalam
memberikan arah dan kebijakan untuk memajukan pemerintah, pembangunan dan
kemasyarakatan dimana dia berada. Kebudayaan dapat dijadikan modal dasar dalam
gerak dan langkah sesuai bidang tugas dan fungsi kita masing-masing sebab
kebudayaan yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita sangat banyak memberikan
sebuah kebenaran yang berdasar pada etika dan moral. Memang kita tahu bahwa
untuk merubah perilaku manusia membutuhkan suatu proses. Satu hal yang perlu
dikoreksi adalah kurang peduli dan konsistennya mayarakat terhadap nilai-nilai
kebudayaan sehingga bisa memunculkan berbagai dikonomi persepsi. Apakah dari
kalangan masyarakat, mahasiswa, para politisi dan juga pemerintah padahal
kebudayaan adalah sebuah pencerminan dari sebuah bangsa terletak pada budaya.
Orang bisa melakukan kesalahan besar atau kecil itu karena tidak memahami
nilai-nilai budayanya. Kenapa munculnya korupsi, kolusi dan nepotisme? Ini
sebagai akibat dari ketidaktahuan budaya nenek moyang kita karena nenek moyang
yang merupakan perintis kebudayaan yang mewariskan kepada kita bukan budaya
orang pencuri atau korupsi tetapi orang yang berbudaya adalah orang yang tahu
tentang harga diri manusia dan lingkungannya. Untuk itu budaya yang kuat apabila
pemerintah dan seluruh masyarakat merasa memiliki daerahnya tanpa ada indikasi
sebuah perbedaan baik suku, agama dan darimana dia berasal hal ini bila
diwujudkan maka kita akan terkenal karena budayanya.
D. Keterkaitan Antara Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan
Penduduk,
masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama
lainnya. Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah
geografi dan ruang tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk
yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh
peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat
tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka
dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring
dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan
merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil
karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang
kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia (
masyarakat ) tersebut. Masyarakat dan kebudayaan terus berkembang dari masa ke
masa. Pada zaman dahulu, manusia hidup berpindah dari suatu tempat ke tempat
lainnya, masyarakat yang hidup dalam keadaan yang seperti ini di sebut dengan
masyarakat nomaden. Mereka berpindah ke tempat lain jika bahan makanan yang ada
di derah mereka telah habis. Namun, seiring dengan waktu mereka mulai belajar
untuk melestarikan daerah di mana mereka tinggal. Mereka mulai bercocok tanam
dan berternak untuk melangsungkan kehidupan mereka. Hingga saat ini kegiatan
bercocok tanam ( bertani ) menjadi ciri khusus masyarakat Indonesia dan dengan
demi kian Indonesia di sebut dengan negara agraris, karena sebagian besar
masyarakatnya berprofesi sebagai petani hingga mereka dapat memenuhi kebutuhan
pangannya sendiri. Masyarakat zaman dahulupun meninggalkan hasil kebudayaan
yang beraneka ragam, mulai dari peralatan, bahasa, lagu, bangunan – bangunan,
hingga berbagai macam upacara adat. Hasil kebudayan pada zaman prasejarah
merupakan benda – benda tua yang terbuat dari batu – batu alam dan tulang –
tulang binatang. Alat – alat tersebut mereka ciptakan untuk berburu binatang.
Pada zaman purba, masyarakat mulai tumbuh dan berkembang beserta dengan
tumbuhnya peraturan – peraturan yang berlaku dan mengikat keberadaan masyarakat
tersebut. Mereka hidup di bawah pimpinan raja yang berkuasa. Mereka juga mulai
mengenal tulisan. Pada zaman ini masyarakat mulai mengenal suatu kepercayaan
yang lebih jelas jika dibandingkan dengan masyarakat yang hidup pada zaman
sebelumnya. Mereka yang dulu hidup dengan menyembah batu dan pepohonan besar
kini mulai menyembah apa yang mereka sebut sebagai Tuhan. Kepercayaan yang
berkembang pada zaman ini adalah agama Hindu dan Budha. Kedua agama ini membawa
pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Bukan
hanya dari segi kebudayaan tetapi juga dalam bentuk susunan masyarakat hingga
kepada adat istiadat, karya seni dan sastra serta bentuk bangunan. Banyak
sekali karya seni berupa lukisan, patung – patung dan candi – candi yang
bercorak hindu maupun budha yang di bangun pada zaman ini. Zaman madya ditandai
dengan masuknya agama Islam. Agama Islam menyebar dengan cepatnya menyebar di
Indonesia. Agama Islam juga memberikan pengaruh yang cukup besar bagi
perkembangan kebudayaan di Indonesia. Islam memberikan sentuhan baru bagi
perkembangan bangunan – bangunan dan karya seni maupun sastra di Indonesia.
Zaman baru di mulai sejak masuknya pengaruh barat ke Indonesia. Hingga saat ini
zaman baru masih berlangsung. Proses berkembangnya kebudayaanpun masih terus
berlangsung. Zaman baru membawa pengaruh dan perubahan yang besar. Mulai dari
gaya hidup, cara berpakaian, bentuk bangunan dan lain – lain. Kebudayaan yang
berasal dari luarpun tak hanya masuk, namun sebagian dari mereka bercampur
dengan kebudayaan asli Indonesia sehingga terciptalah suatu kebudayaan yang
baru. Kebudayaan sendiri sebenarnya bergantung kepada bagaimana masyarakat itu
tinggal dan berkomunikasi dengan sesamanya. Dengan demikian setiap Negara
memiliki kebudayaan yang berbeda. Kebudayaan tidak akan pernah berhenti untuk
berkembang selama masyarakat terus berkembang dan belajar demi kelangsungan
hidupnya.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di
atas dapat saya simpulkan:
1. Yang
dinamakan penduduk berarti sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi
dan ruang tertentu.
2. Sedangkan
masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu
wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam
wilayah tersebut.
3. Kebudayaan
adalah semua hasil dari karya, rasa dan cipta masyarakat.
4. Karya
masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan
manusia untuk menguasa alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat
diabdikan untuk kepntingan masyarakat.
5. Budaya yang
kuat apabila pemerintah dan seluruh masyarakat merasa memiliki daerahnya tanpa
ada indikasi sebuah perbedaan baik suku, agama dan darimana dia berasal.
B. Saran
Demikianlah
tugas penyusunan makalah ini kami persembahkan. Harapan kami dengan adanya
tulisan ini bisa menjadikan kita untuk lebih menyadari bahwa agama islam
memiliki khazanah keilmuan yang sangat dalam untuk mengembangkan potensi yang
ada di alam ini dan merupakan langkah awal untuk membuka cakrawala keilmuan
kita, agar kita menjadi seorang muslim yang bijak sekaligus intelek. Serta
dengan harapan dapat bermanfaat dan bisa difahami oleh para pembaca. Kritik dan
saran sangat kami harapkan dari para pembaca, khususnya dari Dewan Guru yang
telah membimbing kami dan para Mahasiswa demi kesempurnaan makalah ini. Apabila
ada kekurangan dalam penyusunan makalah ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnyaDemikianlah
tugas penyusunan makalah ini kami persembahkan. Harapan kami dengan adanya
tulisan ini bisa menjadikan kita untuk lebih menyadari bahwa agama islam
memiliki khazanah keilmuan yang sangat dalam untuk mengembangkan potensi yang
ada di alam ini dan merupakan langkah awal untuk membuka cakrawala keilmuan
kita, agar kita menjadi seorang muslim yang bijak sekaligus intelek. Serta
dengan harapan dapat bermanfaat dan bisa difahami oleh para pembaca. Kritik dan
saran sangat kami harapkan dari para pembaca, khususnya dari Dewan Guru yang
telah membimbing kami dan para Mahasiswa demi kesempurnaan makalah ini. Apabila
ada kekurangan dalam penyusunan makalah ini, kami mohon maaf yang
sebesar-besarnya
Minggu 3-4 :
Individu, Keluarga dan Masyarakat
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hubungan antara manusia yang satu dengan
yang lain sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, dikarenakan manusia
merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri atau masih membutuhkan
bantuan dari pihak lain. Bersosialisasi pun sangat penting dalam menjalin
hubungan yang baik antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Jika tidak
adanya individu, maka keluarga dan masyarakat pun tidak akan tercipta. Begitu
pula dengan individu, tidak akan bisa berjalan sendiri jika tidak adanya
keluarga dan masyarakat, karena dengan adanya keluarga dan masyarakat,
masing-masing individu dapat mengekspresikan segala hal yang berhubungan dengan
sosial. Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek
sosial yang tidak bisa dipisahkan.
Oleh karena itu begitu menariknya judul
yang kami bahas ini sehingga kami mendapat tugas membuat makalah dengan judul
Manusia Sebagai Individu, Keluarga, dan Masyarakat, semoga makalah yang kami
buat ini dapat bermanfaat khususnya bagi pemakalah dan umumnya bagi para
pembaca, serta kami minta maaf apabila makalah ini belum sempurna dan jauh dari
yang diharapkan, oleh karenya kami meminta kritik dan saran yang sifatnya
mendukung untuk kemajuan makalah ini.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian individu ?
2. Bagaimana pengertian keluarga ?
3. Bagaimana pengertian masyarakat ?
4. Bagaimana hubungan individu, keluarga dan masyarakat ?
C. Maksud dan tujuan
Maksud dan tujuan dari Makalah ini adalah
untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu sosial budayadasar dan juga
memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan wawasan baru untuk saya khususnya dan
para pembaca umumnya.
PEMBAHASAN
A. Individu
Kata “ Individu” berasal dari kata latin,
yaitu individuum, berarti “yang tak terbagi”. Jadi merupakan suatu
sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil
dan terbatas.Arti lainnya adalah sebagai pengganti “orang seorang” atau manusia
perorangan. Disini terlihat bahwa sifat dan fungsi manusia, sebagaimana ia
hidup di tengah-tengah individu lain dalam masyarakat. Individu adalah seorang
manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan
sosialnya,malainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik
dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu,
yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang
bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang
lainnya.
Individu tidak akan jelas identitasnya
tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadi latar keberadaannya. Karna dari
sinilah kita akan bisamemahami seseorang individu seperti kata Jhonson.[1]
Individu bukan berarti manusia sebagai
suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang
terbatas, yaitu sebagai manusia perorangan, dapat kita uraikan, bahwa individu
adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam
lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah
laku spesifik dirinya.
Makna manusia menjadi individu apabila
pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang
bersangkutan. Proses yang meningkatkan ciri-ciri individualitas pada seseorang
sampai pada ia adalah dirinya sendiri, disebut proses individualisasi atau
aktualisasi diri.
Manusia sebagai individu memiliki tugas
pada dirinya sendiri yaitu;
1.
Menuntut ilmu pengetahuan, merekayasa teknologi serta memanfaatkannya untuk
kemakmuran dan kesejahteraan. Kesadaran tersebut mendorongnya untuk terus
belajar.Proses belajar berarti proses perubahan sikap dan perilaku dengan
mendapatkan pengalaman dan pelatihan.
2.
Menghiasi diri dan budi pekerti dengan baik serta akhlak yang terpuji,
setiap tindakan dan perbuatan dalam kehidupan bermasyarakat selalu bercermin
pada keindahan dan keelokan budi pekerti maka akan tercipata kesejukan dalam
kehidupan bermasyarakat.
Individu tidak akan jelas identitasnya
tanpa adanya suatu masyrakat yng menjadi latar belakang keberadaanya. Individu
berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang
selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada
pada dirinya.
Manusia sebagai individu selalu berada di
tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi
pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya
pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan
pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.
1. Pertumbuhan Individu
Terdapat tiga aliran konsep pertumbuhan
yaitu:
a) Aliran asosiasi: pertumbuhan merupakan suatu proses asosiasi
yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik
dari pengalaman luar melalui panca indra yang menimbulkan sensasi maupun
pengalaman dalam mengenal batin sendiri yang menimbulkan refleksi.
b) Aliran psikologi Gestalt: pertumbuhan adalah
proses diferensiasi yaitu proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia
dalam mengenal sesuatu. Pertama mengenal secara keseluruhan, baru kemudian
mengenal bagian demi bagian dari lingkungan yang ada.
c) Aliran sosiologi: pertumbuhan merupakan proses
perubahan dari sifat mula-mula yang asosial dan sosial kemudian tahap demi
tahap disosialisasikan.
2. Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
a) Pendirian Nativistik yaitu Pertumbuhan individu
semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
b) Pendirian Empiristik dan Envinronmentalistik yaitu
Pertumbuhan individu semata-mata tergantung kepada lingkungan sedangkan dasar
tidak berperanan sama sekali.
c) Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme yaitu
Interaksi antara dasar dan linkunagan dapat menentukan pertumbuhan individu.
d) Tahap pertumbuhan Individu berdasarkan Psikologi
Tahap pertumbuhan individu berdasarkan
psikologi, Fase-fasenya, antara ain :
a) masa vital
b) masa estetik
c) masa intelektual
d) masa sosial
B. Keluarga
Keluarga berasal dari bahasa
sansekerta kula dan warga “kulawarga” yang
berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana
beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu.
Keluarg inti(”nuclear family”) terdiri
dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka. Keluarga merupakan unit satuan
masyarakat terkecil sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat.
Keluarga diartikan sebagai suatu satuan
sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial, yang ditandai
dengan adanya kerja sama ekonomi. Fungsi keluarga adalah berkembang biak,
mensosialisasi, mendidik anak, menolong, melindungi, atu merawat orang-orang
tua (jompo). Bentuk keluarga terdiri dari seorang suami, seorang istri, dan
anak-anak yang biasanya tinggal dalam satu rumah yang sama ( keluarga inti).
Secara resmi terbentuk dari hasil perkawinan.
Menurut Sigmund Freud, keluarga terbentuk
karena adanya perkawinan pria dan wanita. Sedangkan menurut Durkhem, keluarga
adalah lembaga social sebagai hasil factor-faktor politik, ekonomi, dan
lingkungan.
Secara umum dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan atau kelompok orang yang mempunyai hubungan darah dan perkawinan. Terdiri dari:
Secara umum dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan atau kelompok orang yang mempunyai hubungan darah dan perkawinan. Terdiri dari:
1.
Keluarga nuklir/inti/batih (nuclear family) : Keluarga yang terdiri
dari ayah, ibu dan anak.
2.
Keluarga tua (extended family) : Keluarga kekerabatan yang terdiri
dari 3 atau 4 keluarga batih yang terikat oleh hubungan orang tua anak atau
saudara kandung oleh suatu tempat tinggal bersama yang besar.
3.
Keluarga Individu tersebut merupakan salah satu keturunan.
Fungsi keluarga secara umum menurut
Munandar Soelaeman adalah:
1. Pengatur seksual
a. Hidup bersama atas dasar suka sama suka
(kumpul kebo).Pergundikan
b. Hubungan seorang bangsawan dengan
gundiknya (jaman praindustri masyarakat barat) atau Raja dengan Selir.
c. Melahirkan anak pada masa tunangan.
d. Perzinahan, sang lelaki sudah menikah
ataupun sang wanita sudah menikah.
e. Kehidupan bersama seorang yang bertarak
(celibate, pastoral, biarawan, menahan hawa nafsu) dengan orang lain yang juga
hidup bertarak atau yang tidak bertarak.
f. Perzinahan, kedua-duanya telah menikah.
g. Kehidupan bersama wanita yang berkasta tinggi
dengan lelaki berkasta rendah.
h. incest (hubungan seksual dalamsatu
keluarga), saudara lelaki dengan saudara perempuan, bapak dengan anak
perempuan, ibu dengan anak lelaki.
2. Reproduksi
3. Sosialisasi
4. Pemeliharaan
5. Penempatan anak didalam masyarakat
6. Pemuas kebutuhan perorangan
7. Kontrol sosial
William J. Goode (1983) menyusun
jenis-jenis penyimpangan social dalam pengaturan seksual menurut ketidak
seimbangan dalam struktur sosial, yaitu:
a. Menurut H. Abu Ahmadi
1) Fungsi Biologis
2) Fungsi Pemeliharaan
3) FungsiEkonomi
4) Fungsi Keagamaan
5) Fungsi Sosial
b. Menurut Soewaryo Wangsanegara
1) Pembentukan kepribadian
2) Alat reproduksi
3) Merupakan eksponer dari kebudayaan
masyarakat
4) Lembaga perkumpulan perekonomian
5) Pusat pengasuhan dan pendidikan
Peristiwa terputusnya sistem keluarga,
menurut William J, Goode (1983), dapat mengakibatkan terpecahnya suatu unit
keluarga. Beberapa macam utama kekacauan keluarga:
1) Ketidaksahan, unit keluarga yang tidak lengkap
1) Ketidaksahan, unit keluarga yang tidak lengkap
2) Pembatalan, perpisahan, perceraian, dan
meninggalkan
3) Keluarga selaput kosong
4) Ketiadaan salah satu pasangan karena
hal yang tidak diinginkan
5) Kegagalan peran penting yang tidak
diinginkan
Secara umum fungsi keluaraga meliputi;
1. Pengaturan Seksual
Dapat dibayangkan apabila tidak ada
keluarga maka akan terjadi seks bebas yang diakibatkan tidak adanya pengaturan
seksual, oleh karena itu, disinilah fungsi keluarga agar pengaturan seksual
dapat dikontrol dan tidak ada lagi kelahiran di luar nikah.
2. Reproduksi
Keluarga berfungsi untuk membentuk
keturunan, walaupan banyak yang berpandangan bahwa banyak anak akan menambah
beban hidup, dan ada pula yang mengharapkan banyak anak untuk jaminan bagi
orang tua di masa depan.
3.Sosialisasi
Sebelum bersosialisasi dalam masyarakat
ada halnya kita bersosialisasi terlebih dahulu dalm keluarga agar terbebtuknya
kepribadian, sikap, perilaku, dan tanggapan emosinya, sehingga ketika kita
bermasyarakat dapat diterima dengan baik.
4. Kontrol sosial
Keluarga yang berfungsi dalam sosialisai,
yaitu bagi individu pada saat ia tumbuh menjadi dewasa memerlukan suatu sistem
nilai sebagai semacam tuntunan untuk mengarahkan aktivitasnya dalam masyarakat,
dan berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangan kepribadiannya.
C. Masyarakat
Dalam bahasa Inggris masyarakat disebut
juga society, asal katanya socius yang
berarti kawan.Adapun kata “masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu syirk,
artinya bergaul.Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk-bentuk aturan
hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh
unsur-unsur lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan.
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia
yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama
ditaati dalam lingkungannya.Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki
itulah yang dapat menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka,
sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri
kehidupan yang khas.
Menilik kenyataan di lapangan,suatu
kelompok masyarakat dapat berupa suatu suku bangsa. Bisa juga berlatar belakang
suku.Dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat, dapat digolongkan
menjadi masyarakat sederhana dan masyarakat maju (masyarakat modern).
1.
Masyarakat sederhana.
Dalam lingkungan masyarakat sederhana
(primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin.
Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari
kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam
menghadapi tantangan alam yang buaspada saat itu. Kaum pria melakukan pekerjaan
yang berat-berat seperti berburu, menangkap ikan di laut, menebang pohon,
berladang dan berternak.Sedangkan kaum wanita melakukan pekerjaan yang ringan-ringan
seperti mengurus rumah tangga, menyusui dan mengasuh anak-anak,merajut, membuat
pakaian, dan bercocok tanam.
2.
Masyarakat Maju.
Masyarakat
maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan kelompok
organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan
serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Organisasi kemasyarakatan tumbuh dan
berkembang dalam lingkungan terbatas sampai pada cakupan nasional, regional
maupun internasional.
Tugas manusia sebagai anggota masyarakat;
1.
Saling tolong menolong dan bantu membantu dalam kebajikan
2.
Ikut meringankan beban kesengsaraan orang lain
3.
Menjaga dan memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban lingkungan dan
masyarakat
4.
Menghindari perkataan dan tindakan yang menyakitkan orang lain sehingga
tercipta ketergantungan yang saling menguntungkan.
D. Hubungan Individu, Keluarga dan Masyarakat
Individu barulah dikatakan sebagai
individu apabila pada perilakunya yang khas, yang ada pada dirinya
diproyeksikan pada suatu lingkungan sosial yang disebut masyarakat.
Satuan-satuan lingkungan sosial yang mengelilingi individu terdidri dari
leluarga, lembaga, komunitas, dan masyarakat.
1. Hubungan individu dengan keluarga
Individu memiliki hubungan erat dengan
keluarga, yaitu dengan ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, dan adik.
Hubungan ini dapat dilandasi oleh nilai, norma, dan aturan yang melekat pada
keluarga yang bersangkutan. Dengan adanya keluarga ini, individu pada akhirnya
memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya dalam keluarga.
2. Hubungan individu dengan lembaga
Lembaga diartikan sebagai sekumpulan norma
yang terus-menerus dilakukan oleh manusia karena norma-norma itu
memberikan keuntungan bagi mereka. Individu memiliki hubungan yang saling mempengaruhi
dengan lembaga yang ada disekelilingnya.Lingkungan pekerjaan dapat membentuk
individu dalam membentuk kepribadian.Keindividuan dalam lingkungan pekerjaan
dapat berperan sebagai direktur,ketua dan sebagainya. Jika individu bekerja, ia
akan dipengaruhi oleh lingkungan pekerjaannya.
3. Hubungan individu dengan komunitas
Komunitas dapat diartikan sebagai satuan
kebersamaan hidup sejumlah orang yang memiliki territorial terbatas, memilki
kesamaan terhadap menyukai suatu hal dan keorganisasian tata kehidupan
bersama.Komunitas mencakup individu, keluarga dan lembaga yang saling
berhubungan secara independen.
4. Hubungan individu dengan masayarakat
Hubungan individu dengan masyarakat
terletak dalaam sikap saling menunjang hak dan kewajiban manusia sebgai
individu dan manusia sebagai makhluk sosial.Mana yang menjadi hak individu dan
mana yang menjadi hakmasyarakat hendaknya diketahui dengan mendahulukan hak
masyarakat daripada hak individu.Gotong royong adalah hak masyarakat, sedangkan
rekreasi dengan keluarga, liburan adalah hak individu yang semestinya lebih
mengutamakan hak masyarakat.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manusia sebagai makhluk individu,
keluarga, dan masyarakat oleh karenanya manusia dapat dikatakan sebagai makhluk
sosial yang selalu hidup berkelompok atau berorganisasi dan membutuhkan orang
lain. Kita tahu dan menyadari bahwa manusia sebagai individu dan makhluk sosial
serta memahami tugas dan kewajibannya dalam stiap tatanan kehidupan berkelompok
dan dalam struktur dan sistem sosial yang ada.
Dari seluruh uraian mengenai relasi
individu dengan enam macam lingkungan sosial mulai dari keluarga sampai
nasional, dapat ditarik kesimpulan sementara, bahwa individu mempunyai makna
langsung apabila konteks situasional adalah keluarga atau lembaga sosial,
sedangkan individu dalam konteks lingkungan sosial yang lebih besar, seperti
masyarakat nasion, posisi dan peranannya semakin abstrak.
B. Saran
Dalam bermasyarakat ciptakanlah sikap
saling tolong – menolong dalam hal kebajikan, agar terciptanya sikap
kekeluargaan dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
Sumber : Google
Tidak ada komentar:
Posting Komentar